News Stay Update With Us

...
Rafli Daffa Falih Adilah

2 weeks ago | Category : service

Packing Kayu vs Bubble Wrap, Mana yang Lebih Aman untuk Barang Fragile?

service

Jakarta, UGC Logistics, 14/03/2025 - Dalam industri ekspor, impor, domestik, freight forwarding, jasa pengiriman barang, dan jasa cargo, mengirim barang fragile memerlukan perhatian khusus. Barang seperti kaca, keramik, elektronik, dan peralatan medis sangat rentan terhadap benturan. Oleh karena itu, pemilihan metode packing yang tepat menjadi kunci untuk memastikan barang tetap aman selama proses pengiriman. 

Dua metode packing paling umum untuk barang fragile adalah packing kayu dan bubble wrap. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mana yang lebih aman? Yuk, simak perbandingannya!  

Packing Kayu: Perlindungan Maksimal untuk Barang Fragile 

Packing kayu merupakan metode yang menggunakan peti atau crate kayu untuk membungkus barang agar lebih kokoh dan tahan benturan. 

Kelebihan Packing Kayu: 

Perlindungan maksimal – Menjaga barang dari benturan, tekanan, dan kondisi ekstrem selama pengiriman.
Cocok untuk barang berat dan besar – Seperti mesin, peralatan industri, dan barang ekspor-impor lainnya.
Tahan air dan kelembapan – Mengurangi risiko kerusakan akibat perubahan cuaca atau paparan air.
Dapat dikombinasikan dengan bubble wrap – Menambahkan lapisan perlindungan ekstra. 

Kekurangan Packing Kayu:
Biaya lebih mahal – Karena bahan dan tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak.
Berat dan memakan tempat – Bisa meningkatkan biaya pengiriman.
Proses packing dan unpacking lebih sulit – Dibutuhkan alat seperti palu atau obeng untuk membukanya.  

Bubble Wrap: Perlindungan Fleksibel untuk Barang Ringan 

Bubble wrap adalah plastik berisi udara yang dirancang untuk menyerap guncangan dan melindungi barang dari benturan ringan. 

Kelebihan Bubble Wrap: 

Ringan dan fleksibel – Mudah digunakan untuk berbagai jenis barang.
Biaya lebih ekonomis – Lebih murah dibanding packing kayu.
Meminimalisir benturan kecil – Cocok untuk barang seperti elektronik, kosmetik, dan peralatan rumah tangga.
Mudah diaplikasikan – Bisa dikombinasikan dengan kardus atau kemasan lain. 

Kekurangan Bubble Wrap: 

Kurang efektif untuk barang berat – Tidak cukup kuat untuk melindungi barang besar dari tekanan berat.
Kurang tahan terhadap cuaca ekstrem – Tidak memberikan perlindungan terhadap air dan kelembapan.
Risiko kerusakan lebih tinggi – Jika terkena benturan keras, barang masih bisa pecah.  

Mana yang Lebih Aman? 

🔹 Jika Anda mengirim barang fragile berukuran besar, berat, atau bernilai tinggi, packing kayu adalah pilihan terbaik karena memberikan perlindungan ekstra.
🔹 Jika Anda mengirim barang kecil dan ringan, bubble wrap bisa menjadi pilihan lebih praktis dan hemat biaya.
🔹 Solusi terbaik? Gunakan kombinasi keduanya – bungkus barang dengan bubble wrap terlebih dahulu, lalu lapisi dengan packing kayu untuk perlindungan maksimal. 

Dengan memilih metode packing yang tepat, risiko kerusakan barang saat pengiriman bisa dikurangi. Pastikan selalu menggunakan jasa freight forwarding dan cargo terpercaya agar barang fragile tetap aman sampai tujuan.